Pricing Strategy Tool

Profit Margin Calculator

Tentukan harga jual yang profitable dengan menghitung profit margin dan markup secara akurat. Pastikan bisnis Anda untung dengan margin yang sehat!

Multi-Formula
Margin vs Markup
Harga Optimal
💰

Harga Jual Tepat = Untung Maksimal

Jangan sampai salah hitung!

Apa itu Profit Margin?

Profit Margin adalah persentase keuntungan dari harga jual. Sedangkan Markup adalah persentase keuntungan dari biaya modal. Kedua angka ini berbeda dan penting untuk pricing strategy yang tepat!

📊 Hitung Profit Margin

Masukkan biaya dan harga jual untuk menghitung margin

Rp
Biaya untuk dapat/buat produk
Rp
Harga jual ke customer

📚 Panduan Lengkap Margin & Markup

Memahami perbedaan dan cara menggunakannya

Margin vs Markup: Apa Bedanya?

Profit Margin:

Persentase keuntungan dari harga jual.
Margin = (Harga Jual - Biaya) / Harga Jual × 100%

Markup:

Persentase keuntungan dari biaya modal.
Markup = (Harga Jual - Biaya) / Biaya × 100%

⚠️ Penting!

Markup selalu lebih besar dari margin untuk produk yang sama!

Contoh Perhitungan

Skenario:

  • Biaya Modal: Rp 50.000
  • Harga Jual: Rp 75.000
  • Keuntungan: Rp 25.000

Profit Margin:

(25.000 / 75.000) × 100% = 33.3%

Markup:

(25.000 / 50.000) × 100% = 50%

Margin Industri Indonesia

Industri Margin
Retail/E-commerce 20-40%
F&B (Restoran) 60-70%
Fashion/Apparel 40-60%
Jasa/Service 40-60%
Digital/SaaS 80-90%
Manufaktur 15-30%

* Angka rata-rata, bisa bervariasi tergantung skala dan model bisnis

Tips Optimalisasi Margin

  • Bundling: Jual paket produk untuk meningkatkan perceived value
  • Upselling: Tawarkan premium version dengan margin lebih tinggi
  • Volume Discount: Nego supplier untuk harga lebih baik
  • Reduce Waste: Kurangi pemborosan di proses produksi
  • Value-Based Pricing: Price berdasarkan value, bukan cuma cost+markup
  • Differentiation: Unique selling point = justifikasi harga lebih tinggi

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Jawaban untuk pertanyaan umum tentang Margin & Markup

Margin lebih penting karena menunjukkan berapa persen profit dari setiap rupiah yang Anda terima. Investor dan analisis finansial selalu fokus pada margin, bukan markup.

Markup lebih berguna untuk internal pricing — untuk tentukan harga jual based on cost. Tapi untuk evaluate profitability bisnis secara keseluruhan, gunakan margin.

Best practice: Gunakan markup untuk set harga, tapi track margin untuk monitor kesehatan bisnis.

Tidak ada angka "ideal" universal, tergantung industri:
  • Gross Margin (sebelum operating expense):
    • Rendah (kurang baik): < 20%
    • Sedang: 20-40%
    • Baik: 40-60%
    • Sangat Baik: > 60%
  • Net Margin (setelah semua biaya):
    • Rendah: < 5%
    • Sedang: 5-10%
    • Baik: 10-20%
    • Excellent: > 20%

Tips: Bandingkan dengan kompetitor di industri yang sama untuk benchmark yang lebih akurat.

Tidak selalu! Margin tinggi memang bagus, tapi perlu diimbangi dengan volume penjualan.

Contoh:
  • Bisnis A: Margin 60%, jual 100 unit/bulan = Profit Rp 6 juta
  • Bisnis B: Margin 20%, jual 500 unit/bulan = Profit Rp 10 juta

Bisnis B lebih profitable meski margin lebih rendah. Yang penting adalah total profit absolut, bukan hanya persentase margin.

Strategy: High margin untuk luxury/premium products, lower margin untuk mass market products dengan volume tinggi.

Ada 2 cara utama:

1. Increase Revenue (naikkan harga jual):
  • Value-based pricing (jual berdasarkan value, bukan cost)
  • Improve perceived value (branding, packaging, service)
  • Target segmen yang willing to pay more
  • Bundling & upselling
2. Decrease Costs (turunkan biaya modal):
  • Nego supplier untuk harga lebih baik
  • Bulk purchasing untuk volume discount
  • Optimize process untuk reduce waste
  • Automation untuk efficiency
  • Cari supplier alternatif
⚠️ Warning: Jangan sacrifice quality hanya untuk cut costs. Bisa merusak brand dan customer loyalty!

Gross Margin (Margin Kotor):

Profit margin sebelum operating expenses (gaji, sewa, marketing, dll).
Gross Margin = (Revenue - COGS) / Revenue × 100%

Net Margin (Margin Bersih):

Profit margin setelah semua biaya dikurangi (termasuk operating expense, tax, interest).
Net Margin = Net Profit / Revenue × 100%

💡 Analogi:
Gross Margin = Untung dari jualan produk saja
Net Margin = Untung setelah bayar semua tagihan bulanan (gaji, sewa, listrik, dll)

🔧 Kalkulator Lainnya

Explore tools lain untuk optimasi bisnis Anda