Business Budget Calculator

Kelola anggaran bisnis Anda dengan mudah dan terstruktur

💼 Apa itu Business Budget Calculator?

Business Budget Calculator adalah alat untuk membantu Anda merencanakan dan mengelola anggaran bisnis secara sistematis. Dengan kalkulator ini, Anda dapat:

  • 📊 Memisahkan sumber pendapatan dan pengeluaran ke dalam kategori yang jelas
  • 💰 Menghitung total pendapatan dan pengeluaran bulanan
  • 📈 Mengetahui apakah bisnis Anda profitable atau merugi
  • ⏱️ Menghitung payback period dari investasi awal
  • 🎯 Membuat keputusan finansial yang lebih baik berdasarkan data

💡 Cara Menggunakan:

Anda bisa menggunakan kalkulator ini dengan 2 cara:
1. Analisis bulan lalu: Masukkan data bulan sebelumnya untuk memahami pola pengeluaran Anda
2. Perencanaan ideal: Buat budget ideal yang ingin Anda capai di bulan-bulan mendatang

💵

Pendapatan Operasional (Operating Income)

Sumber pendapatan utama bisnis Anda. Pisahkan per kategori produk/layanan untuk analisis yang lebih detail.

Penjualan Produk Utama
Penjualan Produk Sekunder
Jasa / Layanan
Customization / Add-ons
🏦

Pendapatan Non-Operasional (Non-Operating Income)

Pendapatan tambahan yang bukan dari bisnis utama, seperti bunga deposito, investasi, atau hibah.

Bunga Bank / Deposito
Hibah / Grant / Donasi
Pendapatan Investasi Lainnya
🚀

Biaya Awal / Investasi Awal (One-Time Costs)

ℹ️ Catatan: Bagian ini hanya berlaku jika bisnis Anda baru akan dimulai. Jika bisnis sudah berjalan, Anda bisa melewati bagian ini atau isi dengan 0.

Peralatan & Mesin
Furniture & Perlengkapan Kantor
Biaya Marketing Awal
Stok Inventory Awal
Biaya Legal & Perizinan
Renovasi / Setup Tempat
👥

Gaji & Kompensasi Karyawan (Salaries)

Biaya gaji bulanan untuk semua karyawan termasuk benefit dan komisi.

Gaji Pokok Karyawan
Tunjangan & Benefit
Komisi Sales
BPJS / Asuransi Karyawan
📋

Pengeluaran Bulanan (Monthly Expenses)

Semua biaya operasional bulanan yang harus dibayar secara rutin.

Sewa Tempat / Gedung
Listrik, Air, & Utilitas
Internet & Telepon
Marketing & Advertising
Asuransi Bisnis
Biaya Pemeliharaan & Perbaikan
Supplies & Perlengkapan
Biaya Perjalanan & Transportasi
Software & Subscription
Biaya Operasional Lainnya

📚 Memahami Komponen Budget

Operating Income (Pendapatan Operasional)

Ini adalah sumber pendapatan utama dari bisnis Anda. Contoh: jika Anda menjual mug dan menawarkan custom print dengan biaya tambahan, Anda bisa memisahkan pendapatan dari penjualan dasar dan customization secara terpisah untuk analisis yang lebih detail.

Non-Operating Income (Pendapatan Non-Operasional)

Aliran pendapatan yang bukan utama tetapi juga berkontribusi pada bisnis Anda. Termasuk bunga dari dana yang Anda tempatkan di deposito bank atau berbagai hibah dan donasi yang diterima bisnis Anda.

One-Time Costs (Biaya Satu Kali)

Bagian ini berlaku hanya jika Anda belum memulai perusahaan. Biaya ini adalah biaya awal untuk mendirikan bisnis Anda dan mencakup kategori seperti peralatan, furniture, marketing awal, dan biaya membangun inventory awal.

Budget Balance (Saldo Budget)

Ini adalah angka paling penting! Jika bisnis Anda profitable, ini akan menjadi angka positif. Angka negatif menunjukkan bahwa ada yang sangat salah dengan bisnis Anda, karena kehilangan uang alih-alih menghasilkannya. Ini berarti Anda mungkin harus mengubah model bisnis Anda.

Payback Period (Periode Balik Modal)

Waktu yang diperlukan untuk menutupi biaya investasi awal. Misalnya, jika saldo budget Anda adalah Rp 2.000.000 per bulan, dan Anda awalnya menginvestasikan Rp 50.000.000 di perusahaan Anda, maka Anda akan mendapatkan uang ini kembali setelah 25 bulan.

Butuh Konsultasi Finansial Profesional?

Tim Finologi siap membantu Anda mengoptimalkan budget dan strategi keuangan bisnis.

Hubungi Kami