Proyeksikan pertumbuhan bisnis Anda dengan data yang akurat dan actionable
Tool ini membantu Anda menghitung growth rate, CAGR, dan memproyeksikan revenue masa depan dengan berbagai skenario. Cocok untuk business planning, pitch investor, atau strategic decision making.
Calculate growth rates, CAGR, and project future revenue with multiple scenarios. Perfect for business planning, investor pitches, or strategic decision making.
Growth Rate mengukur persentase perubahan dari satu periode ke periode berikutnya. Gunakan untuk tracking pertumbuhan revenue, profit, customer, atau metrik bisnis lainnya.
Measures the percentage change from one period to the next. Use it to track revenue, profit, customers, or any business metric growth.
CAGR mengukur rata-rata pertumbuhan tahunan selama periode tertentu. Berguna untuk melihat growth jangka panjang dan membandingkan performa dengan industri atau kompetitor.
Measures average annual growth rate over a period. Useful for long-term growth analysis and industry comparisons.
Proyeksikan revenue masa depan berdasarkan data saat ini dan growth rate yang Anda expect. Cocok untuk business planning dan pitch investor.
Project future revenue based on current data and expected growth rate. Perfect for business planning and investor pitches.
Plan untuk 3 skenario berbeda: Best Case (optimistic), Most Likely (realistic), dan Worst Case (conservative). Approach ini membantu Anda prepare untuk berbagai kemungkinan.
Plan for 3 different scenarios: Best Case (optimistic), Most Likely (realistic), and Worst Case (conservative). This approach helps you prepare for various possibilities.
Growth Rate mengukur persentase perubahan dari satu periode ke periode berikutnya. Ini adalah metrik paling dasar untuk tracking pertumbuhan bisnis.
Kapan menggunakan:
CAGR mengukur rata-rata pertumbuhan tahunan dengan mempertimbangkan efek compounding. Ini memberikan gambaran pertumbuhan yang lebih smooth dan realistis untuk jangka panjang.
Kapan menggunakan:
💡 Industry Benchmarks:
• SaaS: 20-40% CAGR (high-growth)
• E-commerce: 15-25% CAGR
• Traditional Business: 5-15% CAGR
• Mature Companies: 3-7% CAGR
Revenue Projection membantu Anda forecast revenue masa depan berdasarkan growth rate historis atau expected. Essential untuk business planning dan fundraising.
Best Practices:
Scenario Planning membantu Anda prepare untuk berbagai kemungkinan outcome. Ini adalah best practice dalam strategic planning dan sangat valued oleh investors.
🚀 Best Case: Optimistic scenario dimana semua berjalan sesuai rencana atau lebih baik. Use this untuk identify maximum opportunity dan prepare untuk rapid scaling.
🎯 Most Likely: Realistic scenario berdasarkan historical data dan current trends. This should be your primary planning scenario untuk budgeting dan resource allocation.
⚠️ Worst Case: Conservative scenario untuk risk management. Use this untuk create contingency plans dan ensure business survival jika things go wrong.
Use growth forecaster untuk create annual business plans, set realistic targets, dan allocate resources effectively. Scenario planning helps you prepare untuk berbagai outcomes.
Show investors clear growth trajectory dengan CAGR dan revenue projections. Multiple scenarios demonstrate that Anda understand risks dan have contingency plans.
Calculate growth rates regularly untuk track apakah Anda on track dengan targets. Compare actual vs projected untuk identify issues early dan make course corrections.
Use forecasts untuk make informed decisions tentang hiring, investments, expansion, atau pivot strategy. Data-driven decisions are always better than gut feeling.