Profitability Index Calculator

Tentukan kelayakan investasi atau proyek Anda dengan metode PI

📊 Apa itu Profitability Index?

Profitability Index (PI) atau Indeks Profitabilitas adalah alat capital budgeting yang mengukur potensi profitabilitas suatu investasi atau proyek. PI berguna sebagai metode penilaian untuk meranking berbagai opsi investasi dan mengukur nilai ekonomi yang dihasilkan per unit investasi.

PI dihitung sebagai rasio antara present value (nilai sekarang) dari arus kas masa depan yang didiskon dengan biaya investasi awal. Oleh karena itu, PI juga dikenal sebagai:

  • 💰 Profit Investment Ratio (PIR)
  • 📈 Value Investment Ratio (VIR)
  • ⚖️ Benefit-Cost Ratio (BCR)

🎯 Aturan Keputusan PI:

PI < 1: Proyek tidak layak (biaya > manfaat) → Tolak
PI = 1: Proyek break even (tidak untung tidak rugi) → Evaluasi ulang
PI > 1: Proyek layak (manfaat > biaya) → Terima

Semakin tinggi nilai PI, semakin profitable proyeknya.

Pilih Mode Perhitungan:

🔢 Mode Sederhana - PV Sudah Diketahui

Gunakan mode ini jika Anda sudah memiliki nilai Present Value (PV) dari arus kas masa depan yang sudah didiskon.

Total nilai sekarang dari semua arus kas masa depan yang sudah didiskon

Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai proyek

📚 Cara Menghitung Profitability Index

Formula profitability index menghitung profitabilitas proyek berdasarkan return masa depan yang didiskon relatif terhadap investasi awal:

PI = PV dari Cash Flow Masa Depan / Investasi Awal
atau
PI = Discounted Benefit / Discounted Cost

🔍 Komponen Formula:

1. Present Value (PV): Nilai sekarang dari cash flow masa depan. PV adalah metode mendiskon cash masa depan ke nilai saat ini. Pengurangan dilakukan karena Rp 1 hari ini bernilai lebih dari Rp 1 yang diterima di masa depan, karena Anda memiliki potensi untuk mendapatkan lebih banyak dengan menginvestasikannya sekarang.

2. Discount Rate: Tingkat suku bunga yang diperlukan untuk mendiskon cash flow masa depan. Discount rate ditentukan oleh biaya modal yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan proyek. Biasanya menggunakan WACC (Weighted Average Cost of Capital).

3. Investasi Awal: Biaya modal yang diperlukan untuk memulai proyek, dicatat sebagai satu-satunya outflow (-).

🔄 Hubungan PI dengan NPV

Karena NPV adalah selisih antara present value dari cash flow masa depan dan investasi awal, profitability index juga dapat dinyatakan dalam NPV:

PI = 1 + (NPV / Investasi Awal)

📖 Contoh Kasus: Ekspansi Peternakan Ayam

Seorang peternak merencanakan ekspansi peternakan ayamnya untuk memenuhi permintaan dari restoran-restoran di kota baru. Berikut data proyeknya:

  • 💰 Investasi Awal: Rp 500.000.000
  • 📅 Durasi Proyek: 5 tahun
  • 📊 Discount Rate: 10% per tahun
  • 💵 Total PV dari Cash Flow (sudah didiskon): Rp 800.000.000

Perhitungan:

PI = Rp 800.000.000 / Rp 500.000.000 = 1.6

✅ Kesimpulan:

Dengan PI = 1.6 (lebih besar dari 1), proyek ini layak untuk dilaksanakan. Peternak akan mendapatkan return Rp 1,60 untuk setiap Rp 1 yang diinvestasikan. NPV-nya adalah Rp 300.000.000, yang berarti proyek ini menciptakan nilai tambah yang signifikan.

⚖️ Keunggulan & Keterbatasan PI

✅ Keunggulan:

  • 📊 Metode perbandingan terbaik: PI memberikan angka rasio yang comparable, bukan angka absolut, sehingga memudahkan untuk meranking berbagai proyek
  • 💡 Glimpse nilai yang diciptakan: Menunjukkan nilai yang diciptakan atau dihancurkan per unit investasi
  • Mempertimbangkan time value of money: Seperti ROI, namun lebih advance karena mempertimbangkan nilai waktu uang dan risiko cash inflows masa depan
  • 🎯 Ideal untuk capital rationing: Membantu memaksimalkan return ketika sumber daya finansial terbatas

⚠️ Keterbatasan:

  • 📏 Tidak mempertimbangkan skala proyek: Proyek capital-intensive mungkin menghasilkan PI lebih rendah meskipun profit margin tidak rendah
  • 💼 Tidak wholesome untuk high NPV projects: Kadang tidak ideal untuk keputusan pada proyek dengan NPV tinggi
  • 🔀 Mutually exclusive projects: Hasil bisa tidak pasti jika investasi awal dan discount rate berbeda antar proyek
  • ⏱️ Waktu menjadi profitable: Investasi dengan PI bagus masih butuh waktu untuk profitable, kadang tidak terhitung dengan baik
  • 📅 Tidak mengannualisasi return: Sulit membandingkan proyek dengan durasi berbeda
  • 💰 PI sama tidak menunjukkan investasi awal: Dua proyek dengan PI sama bisa memiliki investasi awal sangat berbeda
  • 🎲 Estimasi sulit: Investasi awal aktual untuk eksekusi proyek sulit diestimasikan dengan akurat

💡 Tips Penggunaan PI:

PI sebaiknya tidak menggantikan judgment Anda dalam keputusan. Bahkan jika hasilnya > 1, Anda tetap perlu mempertimbangkan merit (atau demerit) lain dari proyek sebelum mengimplementasikan. Gunakan PI bersama analisis lain seperti NPV, IRR, dan payback period untuk keputusan yang lebih komprehensif.

Butuh Analisis Investasi Profesional?

Tim Finologi siap membantu Anda menganalisis kelayakan investasi dan proyek bisnis Anda.

Konsultasi Sekarang